top
logo

Komentar Terbaru

Yayasan Yatim Piatu BMI

Yayasan Yatim Piatu BMI Peletakan batu pertama, 1 Juli 2010, di karawang

Welcome To Taiwan

Welcome to Taiwan

Visit INDONESIA

Welcome to Indonesia

Who's Online

We have 8 guests online

Statistics

Members : 19
Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99337

feed-image Feed Entries
Home Berita Kisah Pejuang Kehidupan Hidayah Untuk Hidayah
Hidayah Untuk Hidayah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 14 September 2009 00:00

Kisah Pejuang Kehidupan : Hidayah Untuk Hidayah

Oleh : Kartika Akbaria

[KMIT-Online] Gak kerasa dah empat hari aku menjalani hari-hari Ramadhan di negara yang mayoritas non muslim. Jujur, ketakutan itu awalnya menyelimuti. Gimana nanti makannya disana? Persaudaraannya? Shalatnya? macem-macem lah ....

Begitu menginjakkan kaki di Taipei, seorang sahabat langsung mengajakku untuk pergi ke Taipei Grand Mosque (atau sering disebut Masjid Besar). Sekitar 15 menit jarak tempuh bila menggunakan sepeda. Pemandangan yang sungguh menakjubkan, dimana semua etnis berbaur menyambut buka puasa. China, Amerika, Nigeria, Gambia, Indonesia, Pakistan, Bangladesh. Makanan yang disedikan ternyata cukup menggugah selera. Berbeda jauh dengan ketakutan di awal ketika akan berangkat ke negeri ini. Keramahan dari masyarakat sekitar semakin menghilangkan ketakutanku.

Maha Suci Allah yang memberikan kesempatan untuk bisa menikmati 10 hari terakhir Ramadhan bukan di Indonesia. Teringat nasihat seorang sahabat yang menguatkanku di saat-saat terakhir sebelum kepergian: "Pergilah, Tik. Disana kamu akan menemukan Islam yang sebenarnya ..."

 

 


Dan benar ...
Kenikmatan Islam itu semakin terasa. Kemarin sahabat yang sama mengajakku ke Masjid Kecil, di pojokan kota dan didominasi oleh orang-orang Indonesia dan Pakistan. Setiap menit menjelang ifthar biasanya ada kajian untuk mbak-mbak TKI. Kami berbaur dan saling berkenalan. Disinilah renyuh hati itu dimulai ...

Hidayah namanya ...
Seorang wanita berjilbab rapih yang duduk disamping kiriku. Dengan khusyuk memperhatikan kajian yang sedang disampaikan oleh Ustadz Dedi. Sekilas aku ajak berkenalan dan kulontarkan pertanyaan:
"Dah berapa lama disini, Mba?"
"Alhamdulillah sudah dua tahun ... Insya Allah satu tahun lagi kontrak habis ..."
Lanjutku, "Oh ... kalo dah abis pindah negara atau perpanjang kontrak?"
"Gak dua-duanya mbak ... saya ingin pulang ke Indonesia. Cukuplah modal dari sini untuk usaha disana. Harta kalo dicari gak ada habisnya. Saya ingin beribadah dengan tenang. Enak kalo ibadah di kampung halaman dibanding disini. Bisa lebih khusyuk ..."
Kulihat wajahnya ... mukanya masih sangat ayu ... cantik. Gak kusangka ucapan itu terlontar darinya. Hidayah memang tidak mengenal usia. Sekali dia menghampiri, sungguh beruntung orang yang mendapatkannya.

Aku cuma bisa trenyuh dalam hati dan menahan air mata. Malu ... dan kagum ...

Untuk beribadah disini cukup banyak godaanya. Mulai dari cuaca yang ekstrim dingin atau panas. Sangat jarang masjid, bahkan ada mbak-mbak TKI yang dimarahi majikan atau diganggu oleh jin milik majikannya setiap kali akan mengaji Qur'an.

Kekagumanku semakin memuncak pada mereka saat kotak amal diedarkan. Aku dan temanku satu univ disini berbisik, "Tik ... gw gak bawa uang kecil. Gak bawa koin." Kujawab, "sama euy, gw juga gak bawa. Tersisa ratusan dolar di dompet kecilku .."

Kotak amal itu berlanjut ke orang sebelah temanku, dan mata kami terbelalak saat melihat hampir semua mbak-mbak TKI memasukkan infaq (Insya Allah bukan riya, hanya berbagi hikmah) sebesar 100 NTD !!

Ya Rabb .. malunya. Untuk sedekah,,,seringkali kita masih merogoh saku hanya untuk mendapatkan uang sekecil mungkin nominalnya ...

Kuakhiri malam itu dengan tarawih .. nikmat ...

Kisah Pejuang Kehidupan

Diangkat dari kisah nyata para pejuang kehidupan, yang mengais rezeki di Bumi Formosa TAIWAN

Jika anda tertarik untuk berkontribusi, silahkan kirimkan naskah tulisan anda ke : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Last Updated on Monday, 04 January 2010 21:20
 

Add comment


Security code
Refresh

Radio MIT



Login Form



IC3T

Indonesian Committee for Science and Technology Transfer in Taiwan

Partner

Artikel islam di web ini, berasal dari Dakwatuna.com

MQFM Bandung

Mailing List

 

Mailing List Muslim Indonesia di Taiwan

 

Bantuan Hukum

 

Bantuan Hukum

 

Portal Berita Bantuan Hukum

Waktu Sholat


bottom
top
KMIT :: Keluarga Muslim Indonesia Taiwan on Facebook

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Templates, web hosting. Valid XHTML and CSS.