Komentar Terbaru
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Saudara kabareskrim yang semoga dimuliakan Allah, ...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Bijaklah dalam memberi nasehat, meskipun Anda dala...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
saya yakin Allah mengahrgai kalau anda beramal mes...
Buku Tamu
Assalamu'alaikum wrwb Alhamdulillah senang sekali ...
Buku Tamu
assalamualaikum .wr.wb salam kenal tuk keluarga be...
Who's Online
We have 3 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 235
Web Links : 11
Content View Hits : 111188
| Aktivitas FOSMIT dan Kunjungan Rutin Ke Penjara Yilan |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Sunday, 02 May 2010 09:35 |
|
Di Sekretariat FOSMIT yang menempati areal depan masjid, berderet dengan kantor masjid dan ruangan lainya juga terlihat kesibukan yang luar biasa. Untuk hari ahad kali ini, temen-temen FOSMIT berbagi tugas untuk mensuksseskan semua kegiatan pada hari itu.
Dengan dipimpin Presiden FOSMIT, Mas Anto Budianto, rombongan FOSMIT yang berjumlah kurang lebih 18 orang bersilaturohim, memenuhi undangan MTYT dan PCINU yang sedang menggelar acara pelantikan pengurus baru di Taipei. Tentunya momen silaturohim seperti itu juga digunakan temen-temen FOSMIT untuk DS ( Direct Seling) atau turun lapangan untuk menyebarkan informasi tentang hajatan FOSMIT yang tidak lama lagi akan digelar. Berbekal amunisi selebaran “ TABLIGH AKBAR BERSAMA USTADZ JEFRY ALBUKHORI untuk umum yang akan diselenggarakan hari ahad, 16 Mei 2010”, temen-temen menyerbu Taipei City dan sekitarnya, kemudian memberikan selebaran tersebut kepada orang Indonesia yang dijumpai.
Dalam rombongan lain, FOSMIT memberikan tugas kepada Pak Ihsan Fahrudin, Pak Anang Ma`sum dan Mbak Rini, didampingi Haji Aslam dari Muslim Pakistan untuk bersilaturohim/ berkunjung ke penjara Yilan. Kurang lebih pukul 10:45 rombongan berangkat, meninggalkan Masjid Chungli dengan kendaraan kepunyaan Haji Aslam (semoga Alloh membalas kebaikan beliau dengan kebaikan yang berlipat). Dalam perjalanan, rombongan ini menyempatkan diri melihat keberadaan Masjid Kecil Taipei yang baru saja selesai direhab. Hanya kata Subhanalloh, Walhamdulillah, AlloohuAkbar yang dapat diucapkan. Sungguh indah rasanya memandang kondisi Masjid Kecil Taipei saat ini, membuat siapa saj ingin berlama-lama disitu .Terselip harapan dalam hati, semoga setelah direhab menjadi lebih bagus, saudara-saudara muslim di sekitar Masjid Kecil Taipei mempunyai semangat baru untuk memakmurkan masjid ini.
Sesuai rencana, rombongan selanjutnya menunaikan sholat dhuhur dijamak dengan sholat asar di Masjid Besar Taipei. Setibanya di Masjid, rombongan melihat pemandangan yang menakjubkan. Remaja putra dan putri muslim Taiwan dalam jumlah yang cukup banyak, dengan khusyuk dan antusias mengikuti pelajaran agama yang sedang diajarkan seorang ustadz. Yach…Generasi-generasi Rabbani bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan akan lahir dari negeri Formosa ini…AlloohuAkbar!
Perjalananpun kami lanjutkan…
Jalan yang lurus, lebar dan halus dengan dihiasi pemandangan bukit-bukit yang indah, rumah-rumah penduduk yang tertata rapi, melewati terowongan-terowongan yang menembus bukit membuat perjalanan terasa dekat walaupun sebenarnya cukup jauh. Kurang lebih pukul 14.00 rombongan sampai di penjara imigrasi (Detention Centre, DC) Yilan. Rombongan diarahkan untuk memasuki sebuah aula yang cukup luas. Terlihat kursi-kursi kecil berbahan plastik (dingklik-dalam bahasa jawa) telah tertata rapi sejumlah kurang lebih 80 buah berhadapan dengan meja yang juga telah tertata dengan rapi, seolah dipersiapkan untuk kedatangan tamu jauh.
Tidak terlalu lama menunggu, munculah wajah-wajah Indonesia dengan tertib, dari sudut yang berbeda, berbaris dan berjalan dengan rapi. Berstelkan kaos panjang dan training berwarna hijau muda, mereka menuju dingklik-dingklik yang telah disediakan. Para penjaga penjara yang ramah-ramah cukup mengawasi tanpa ada suara-suara bentakan untuk mengarahkan saudara-saudara kita ini. Jumlah mereka cukup banyak. Tercatat, ada 78 tahanan putri dan 10 tahanan putra dengan kasus yang berbeda-beda.
Alhamdulilah, rombongan menjumpai mereka dalam keadaan tersenyum bahkan mengucapkan salam kepada kami terlebih dahulu. Dibalut dengan pakaian dan penampilan yang rapi-rapi, tidak menggambarkan sama sekali tentang perlakuan miris seperti yang selama ini kita dengar tentang kondisi di penjara. Setelah memperkenalkan dan di buka oleh Mbak Rini, giliran Pak Ihsan untuk memberikan pesan-pesan moral kepada saudara-saudari kita di penjara Yilan dalam kunjungan FOSMIT kali ini.
Mengakui ketidakberdayan diri, percaya sepenuhnya bahwa satu-satunya penolong dalah Alloh SWT, memperbaiki diri dengan ibadah yang lebih baik, perlunya sabar dan tawakal serta tetap optimis memandang hari esok dengan memotifasi diri agar selalu berfikiran positif dan juga belajar memaknai arti kesuksesan yang hakiki (menjadi manusia yang bertaqwa) adalah hal-hal yang disampaikan Pak Ihsan dalam kunjungan kali ini.
Mereka merespon positif, menyimak dengan penuh perhatian dan terkadang ada yang menyeka air mata dalam sesi ini. Tidak lupa, pada kesempatan itu Pak Ihsan mengajak berdoa bersama-sama dengan mengingatkan, Alloh tidak akan memikulkan beban diluar kesanggupan hambaNya, dan beserta kesulitan ada kemudahan. Khusyuk, diiringi deraian air mata, mengiringi doa-doa mereka, sebagai pertanda mengakui ketidakberdayaan diri dan hanya menyandarkan harapan itu kepada ALLOH SWT. Semoga Alloh mengabulkan doa mereka. Amiiinnn..
Untuk menyergarkan kondisi psikis mereka, sebelum ditutup, Pak Ihsan mengajak mereka bermain game. Mensinergikan antara Fikir, Dzikir dan Action.. Yach, berfikirlah sebelum berbuat, dzikir/ingatlah akan petanggung jawaban kepada Alloh, Action/berbuatlah setelah berfikir dan berzikir. InsyaAlloh, hasil yang akan kita capai dapat kita nikmati di yaumil akhir.
Sobat…
Perhatian kita kepada mereka, kunjungan kita ke tahanannya, pemberian kita walau ala kadarnya, laksana bulan ditengah gelapnya malam…laksana datangnya hujan disaat kekeringan…laksana obat saat didera sakit…laksana saputangan yang membersihkan airmata kesedihan…
Mari… kita perhatikan mereka…kita sapa mereka dalam doa-doa kita agar mereka diberikan ketabahan, kesabaran dan tetap ditancapkan kedalam hati mereka keimanan..Amiinn.. [kmit/fosmit/ihsan] |
| Last Updated on Sunday, 02 May 2010 09:58 |
Radio MIT
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Sang Pencerah, Film Tentang sosok Ahmad Dahlan yang Progresif
- MUI Imbau Masyarakat Saling Hormati Jika Ada Perbedaan 1 Syawal
- MUI Minta Pemerintah AS Cegah Pembakaran Al-Qur’an
- Perang dan Korupsi Perbanyak Anak Jalanan Afghanistan
- Menag: Idul Fitri Tunggu Sidang Itsbat Rabu Sore
- Cluster Discussion IC3T- Cluster of Economy : Quo Vadis Hubungan Ekonomi Indonesia Taiwan
- Board IC3T Raih Penghargaan Internasional IEEE
- Cluster of Engineering-IC3T “An Introduction to Semiconductor Testing”
- Cluster of Agriculture-IC3T “Orchid Breeding Technology in Taiwan”
- Cluster Discussion: Engineering







Jhongli [KMIT-Online] Ahad, 18 April 2010, jam masih menunjukkan pukul 10:30 waktu Taiwan. Cuaca cerah menambah cerahnya suasana hari itu. Anak-anak bersliweran asyik dengan permainanya masing-masing membuat suasana lebih meriah. Para orang tua dengan setia menunggui putra-putrinya yang sedang bermain menanti dimulainya jam belajar pendidikan Al Qur`an. Seperti itulah pemandangan tiap hari ahad di Masjid Longkang Chungli .






