top
logo

Komentar Terbaru

Yayasan Yatim Piatu BMI

Yayasan Yatim Piatu BMI Peletakan batu pertama, 1 Juli 2010, di karawang

Welcome To Taiwan

Welcome to Taiwan

Visit INDONESIA

Welcome to Indonesia

Who's Online

We have 7 guests online

Statistics

Members : 19
Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99365

feed-image Feed Entries
Home Berita Aktivitas Ketika Cinta Bertasbih di Awal Musim Semi
Ketika Cinta Bertasbih di Awal Musim Semi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 25 February 2010 23:04

Tainan [KMIT-Online] Taiwan sudah mulai memasuki musim semi, meskipun udara dingin masih kerap datang menusuk tulang. Bunga-bunga pun mulai bermekaran mengiringi warga yang bersiap-siap beraktivitas kembali usai melewati libur tahun baru Imlek dengan mengunjungi sanak kerabat.


Libur tahun baru Imlek, yang di Taiwan berlangsung selama sembilan hari, juga merupakan saat yang dinantikan oleh sekitar seratus ribu buruh migran Indonesia (BMI) yang sedang mengadu nasib di negeri yang kerap dilanda angin topan ini. Bukan saja karena pada saat itu mereka akan berkesempatan menerima angpao yang pada beberapa tempat kerja jumlahnya bisa mencapai satu kali gaji, namun juga karena saat itu merupakan kesempatan yang langka untuk sejenak rehat dari rutinitas kerja yang melelahkan.


Seperti telah menjadi tradisi, saat libur tahun baru Imlek juga acap dimanfaatkan oleh para buruh migran Indonesia untuk memperkukuh keimanan dengan mengadakan pengajian berskala besar, sebagai gong dari pengajian rutin yang juga ajeg diadakan bersama para mahasiswa.


Salah satu yang aktif menyelenggarakan acara pengajian itu adalah para buruh migran yang bekerja di seputar Tainan, kota budaya dan ibukota lama Taiwan yang terletak di Taiwan bagian Selatan. Tahun lalu misalnya, mereka yang berhimpun dalam wadah Forum Komunikasi Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT) mendatangkan Kiai Emha Ainun Najib dan istrinya, Novia Kolopaking. Tahun ini, FKKBWIT menghadirkan Ustad Habiburrahman el Shirazy, penulis novel laris Äyat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”, untuk membantu mengukuhkan kembali iman mereka.


Menjaga iman tetap kukuh di tengah tekanan pekerjaan yang bahkan sering dikeluhkan tak memungkinkan guna menunaikan sholat lima waktu, sungguh merupakan ikhtiar yang tak mudah. Apalagi bila ditambahkan kenyataan-kenyataan seperti tidak mudahnya menemukan makanan halal, masjid yang hanya berbilang enam di seluruh negeri, atau betapa wanita berjilbab masih sering dilihat dengan pandangan mata aneh.


Oleh karena itu, beberapa hari yang lalu (21/02), adalah saat pemandangan langka kembali hadir di Tainan. Sejak pagi hari, lelaki dan perempuan yang sebagian besar berjilbab berduyun-duyun menuju lapangan sebuah sekolah dasar yang letaknya tak begitu jauh dari stasiun kereta api Tainan dan Taman Kota Tainan, tempat favorit para buruh migran biasa melewatkan libur di hari Minggu.


Acara pengajian semacam ini adalah juga kesempatan bagi para buruh migran untuk unjuk kreasi. Sejak pukul 10 pagi, kelompok band, qasidah, atau rebana dari beragam perkumpulan buruh migran di berbagai wilayah di Taiwan bergantian unjuk kebolehan menghibur sekitar seribuan warga Indonesia yang hadir dari seluruh penjuru Taiwan.


Setelah didahului beberapa sambutan, sekitar pukul 2 siang Ustadz Habiburrahman el Shirazy pun naik panggung. Dengan gaya pembawaan yang menarik, diselingi dengan lontaran humor-humor segar membuat ceramah selama dua jam menjadi tak terasa. Beberapa jama'ah pun sempat mengajukan pertanyaan, baik menyangkut fiqh maupun karya-karya sastra beliau. Pukul empat sore lebih sedikit, Kang Abik, panggilan akrab Habiburrahman el Shirazy, pun menutup Pengajian Musim Dingin di awal musim semi itu dengan memunajatkan do'a bersama-sama. [Ali Mutasowifin]


Note : Original article was written by Ali Mutasowifin, here. Permission to republish his writing already given to the owner of this blog, for the purpose of publication in FORMMIT website.


All pictures taken by : Bunga Primasari




Last Updated on Thursday, 25 February 2010 23:08
 

Comments  

 
# Uly Giznawati 2010-02-28 02:46
Ass.wr.wb
Tidak jemu jemu nya, saya mohon untuk yang kesekian kalinya. untuk mengambil artikel dan foto foto kegiatan KMIT. untuk saya tulis ditabloid memorandum-surabaya [jawapos] dengan rubrik ''kabar dari sebrang'' , tdk lupa nanti saya cantumkan sumber darimana saya ambil. Terimakasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Administrator 2010-02-28 10:14
TIDAK diijinkan!

Memo itu tabloid gak beres, banyak an mudoratnya !
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Radio MIT



Login Form



IC3T

Indonesian Committee for Science and Technology Transfer in Taiwan

Partner

Artikel islam di web ini, berasal dari Dakwatuna.com

MQFM Bandung

Mailing List

 

Mailing List Muslim Indonesia di Taiwan

 

Bantuan Hukum

 

Bantuan Hukum

 

Portal Berita Bantuan Hukum

Waktu Sholat


bottom
top
KMIT :: Keluarga Muslim Indonesia Taiwan on Facebook

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Templates, web hosting. Valid XHTML and CSS.