Latest News
Latest Comments
| Janji KDEI Untuk TKI Taiwan |
|
|
|
| Written by Adminstrator |
| Monday, 18 January 2010 07:43 |
|
Dari unsur KDEI, hadir Kepala KDEI Bpk. Suhartono, Waka KDEI Bpk. Yofial, Kepala Bidang Industri Bpk. Zaidi, Kepala Bidang Imigrasi Bpk Ade Gagah Aziz, Kepala Bidang Investasi Bpk. Joni. Hadir juga Bpk Syaiful dan Bpk Andre. Dari FOSMIT, hadir sekitar 15 orang dipimpin langsung oleh Presiden FOSMIT sekaligus Presiden KMIT, Bpk. Anto Budianto. Sementara dari SAB, hadir 12 orang dengan diketuai oleh Ketua SAB, Bpk Joko.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 16.00 ini, dibuka dengan sambutan oleh Kepala KDEI, Bpk Suhartono. Sambutan ini, sekaligus sebagai kata pengantar maksud dan tujuan kedatangan rombongan KDEI berkunjung ke tempat ini. Dalam sambutannya, Bpk Suhartono menekankan tiga hal, "kedatangan kami ke sini adalah dalam rangka 3 hal, klarifikasi terhadap pemberitaan tentang KDEI yang dimuat di INDOSUARA, silaturahim dan diskusi dengan anak anakku sekalian".
Dalam pertemuan ini, KDEI berulang ulang menegaskan bahwa kejadian yang ada di KDEI bukanlah Korupsi, melainkan Pungli. Pungli inipun tidak dilakukan oleh institusi, melainkan oleh oknum yang telah ditindak tegas oleh KDEI. Dalam sesi diskusi, Bpk Joko dari SAB mempertanyakan mengenai kelebihan biaya paspor, yang menurutnya semua TKI telah mengerti bahwa biayanya NT 300, namun karena biaya perpanjangan dan pembuatan paspor yang terjadi selama bertahun tahun adalah NT 2000, NT. 4000 bahkan NT. 10.000, TKI menganggap biaya berlebih itulah tarif yang berlaku, dan itu sudah mendarah daging. "Bapak sudah lama di sini, masak tidak tahu kalau ada biaya segitu", tegas Bpk Joko
Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Imigrasi KDEI, Bpk Ade Gagah mengatakan bahwa biaya perpanjangan paspor adalah gratis, biaya pergantian paspor (lebih dari 5 tahun) adalah NT. 300. Setiap transaksi dilengkapi dengan kwitansi yang bisa diminta.
Bpk. Suhartono dihadapan 30-an TKI berjanji untuk melakukan beberapa hal. Akan mengusut dengan tegas dan keras kejadian ini, tidak ada toleransi bagi yang melakukannya. Meminta Bagian Imigrasi untuk terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, agar TKI mengetahui informasi yang benar dan akurat. Meminta home staff langsung dari Depnakertrans Jakarta, agar ada bidang yang mengurus masalah ketenagakerjaan. Membuka dua unit kantor pelayanan, di Taichung dan Kaohsiung, agar TKI yang berada di selatan dan tengah tidak perlu datang ke taipei untuk pengurusan masalah imigrasi.
Untuk mengurangi transaksi keuangan secara langsung, KDEI akan bekerjasama dengan ChangHwa Bank (CHB), sehingga TKI bisa melakukan pembayaran di 170 kantor cabang CHB yang ada di seluruh Taiwan. "Cukup dengan membawa kwitansi pembayaran saja ke KDEI " jelas Bpk. Suhartono.
Rencananya, penandatanganan MoU dengan CHB akan dilakukan pada hari rabu (20/01) di KDEI. (kmit) Comments (6)
![]() written by zulhendri hasymi, January 20, 2010
Mba/Mas Yue...
Kita bersabar saja, kalau masalah hukum serahkan saja kepada pihak2 yang paham dan mengerti. Tinggal kita berharap semoga kasus ini memberikan banyak hikmahnya, sedikit mulai sedikit hak-hak TKI di Taiwan khususnya yang terdzolimi selama ini maulai dari keberangkatan sampai selesai kontrak dan kembali ke kampuang halaman bisa terpenuhi dengan baik. Jangan lupa, habis kontrak dan kembali ke tanah air nanti dengan tabungan dan pengalaman yang cukup (kalaupun tidak banyak tetapi barokah). ZUL report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
written by p3trux;s, February 01, 2010
Tki slalu jd korban,duit..duit..Kdei murni Korupsi bukan pungli,jangan mengelak...!!!!!
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
written by aan, February 03, 2010
langsung saja kepermasalahannya,saya punya kakak yg bekerja ditaiwan selama 3 thn dan skr sudah pulang,masalahnya gaji kakak saya selama 3 thn ini belum dibayarkan.gimana cara menyelesaikannya,sedangkan kakaknya yg sudah ke indonesia sudah mengirim no rekeningnya ke majikan ditaiwan tp sampai sekarang belum cair gajinya.Tolong minta bantuannya gimana cara biar cepat selesai masalah ini.Terima kasih atas perhatiannya.
report abuse
vote down
vote up
Votes: -1
written by zahro, February 14, 2010
Pada akhir tahun 2008 lalu pernah perpanjang Pasport di KDEI.harga perpanjang pasport diminta 4000.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
written by hanyajanji, February 27, 2010
Jangan ingkari janji, belum apa apa sudah ingkar.
katanya mau buka kantor pelayanan di selatan dan tengah, eh ternyata KDEI sudah menunjuk APIT (toko toko indo) sebagai agen pengurusan paspor. Ah ini tambah kacau, kita harus bayar 500 NT ke toko itu (belum termasuk biaya PASPORNYA) Masak, dokumen negara diserahin ke toko, apa tidak takut di palsukan atau digunakan untuk kejahatan ? report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
Write comment
|
| Last Updated on Wednesday, 20 January 2010 08:43 |
Login Form
Waktu Sholat
Who's Online
We have 3 guests onlineStatistics
Members : 2Content : 182
Web Links : 11
Content View Hits : 52672




Jhongli [KMIT-Online] Para pimpinan tertinggi Kantor Dagang, Ekonomi dan Indonesia(KDEI) Taipe, yang merupakan perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Taiwan, menggelar kunjungan silaturahim di Jhongli City, ahad (17/01). Pertemuan KDEI yang diadakan di sebuah gedung di belakang Jhongli Station ini melibatkan Forum Silaturahim Muslim Indonesia Taiwan (FOSMIT) dan Solidaritas Anak Bangsa (SAB) Hsincu.








Semoga ini bukan janji-janji belaka... namun benar-benar ada perubahan dan perbaikan kedepannya!