Komentar Terbaru
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Saudara kabareskrim yang semoga dimuliakan Allah, ...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Bijaklah dalam memberi nasehat, meskipun Anda dala...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
saya yakin Allah mengahrgai kalau anda beramal mes...
Buku Tamu
Assalamu'alaikum wrwb Alhamdulillah senang sekali ...
Buku Tamu
assalamualaikum .wr.wb salam kenal tuk keluarga be...
Who's Online
We have 6 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99263
| Janji KDEI Untuk TKI Taiwan |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 18 January 2010 07:43 |
|
Dari unsur KDEI, hadir Kepala KDEI Bpk. Suhartono, Waka KDEI Bpk. Yofial, Kepala Bidang Industri Bpk. Zaidi, Kepala Bidang Imigrasi Bpk Ade Gagah Aziz, Kepala Bidang Investasi Bpk. Joni. Hadir juga Bpk Syaiful dan Bpk Andre. Dari FOSMIT, hadir sekitar 15 orang dipimpin langsung oleh Presiden FOSMIT sekaligus Presiden KMIT, Bpk. Anto Budianto. Sementara dari SAB, hadir 12 orang dengan diketuai oleh Ketua SAB, Bpk Joko.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 16.00 ini, dibuka dengan sambutan oleh Kepala KDEI, Bpk Suhartono. Sambutan ini, sekaligus sebagai kata pengantar maksud dan tujuan kedatangan rombongan KDEI berkunjung ke tempat ini. Dalam sambutannya, Bpk Suhartono menekankan tiga hal, "kedatangan kami ke sini adalah dalam rangka 3 hal, klarifikasi terhadap pemberitaan tentang KDEI yang dimuat di INDOSUARA, silaturahim dan diskusi dengan anak anakku sekalian".
Dalam pertemuan ini, KDEI berulang ulang menegaskan bahwa kejadian yang ada di KDEI bukanlah Korupsi, melainkan Pungli. Pungli inipun tidak dilakukan oleh institusi, melainkan oleh oknum yang telah ditindak tegas oleh KDEI. Dalam sesi diskusi, Bpk Joko dari SAB mempertanyakan mengenai kelebihan biaya paspor, yang menurutnya semua TKI telah mengerti bahwa biayanya NT 300, namun karena biaya perpanjangan dan pembuatan paspor yang terjadi selama bertahun tahun adalah NT 2000, NT. 4000 bahkan NT. 10.000, TKI menganggap biaya berlebih itulah tarif yang berlaku, dan itu sudah mendarah daging. "Bapak sudah lama di sini, masak tidak tahu kalau ada biaya segitu", tegas Bpk Joko
Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Imigrasi KDEI, Bpk Ade Gagah mengatakan bahwa biaya perpanjangan paspor adalah gratis, biaya pergantian paspor (lebih dari 5 tahun) adalah NT. 300. Setiap transaksi dilengkapi dengan kwitansi yang bisa diminta.
Bpk. Suhartono dihadapan 30-an TKI berjanji untuk melakukan beberapa hal. Akan mengusut dengan tegas dan keras kejadian ini, tidak ada toleransi bagi yang melakukannya. Meminta Bagian Imigrasi untuk terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, agar TKI mengetahui informasi yang benar dan akurat. Meminta home staff langsung dari Depnakertrans Jakarta, agar ada bidang yang mengurus masalah ketenagakerjaan. Membuka dua unit kantor pelayanan, di Taichung dan Kaohsiung, agar TKI yang berada di selatan dan tengah tidak perlu datang ke taipei untuk pengurusan masalah imigrasi.
Untuk mengurangi transaksi keuangan secara langsung, KDEI akan bekerjasama dengan ChangHwa Bank (CHB), sehingga TKI bisa melakukan pembayaran di 170 kantor cabang CHB yang ada di seluruh Taiwan. "Cukup dengan membawa kwitansi pembayaran saja ke KDEI " jelas Bpk. Suhartono.
Rencananya, penandatanganan MoU dengan CHB akan dilakukan pada hari rabu (20/01) di KDEI. (kmit) |
| Last Updated on Wednesday, 20 January 2010 08:43 |
Radio MIT
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Wanita-wanita Penghuni Surga
- Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-1)
- Istri Din Syamsuddin Meninggal Dunia
- Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-11): Maimunah
- MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh
- Cluster Discussion IC3T- Cluster of Economy : Quo Vadis Hubungan Ekonomi Indonesia Taiwan
- Board IC3T Raih Penghargaan Internasional IEEE
- Cluster of Engineering-IC3T “An Introduction to Semiconductor Testing”
- Cluster of Agriculture-IC3T “Orchid Breeding Technology in Taiwan”
- Cluster Discussion: Engineering







Jhongli [KMIT-Online] Para pimpinan tertinggi Kantor Dagang, Ekonomi dan Indonesia(KDEI) Taipe, yang merupakan perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Taiwan, menggelar kunjungan silaturahim di Jhongli City, ahad (17/01). Pertemuan KDEI yang diadakan di sebuah gedung di belakang Jhongli Station ini melibatkan Forum Silaturahim Muslim Indonesia Taiwan (FOSMIT) dan Solidaritas Anak Bangsa (SAB) Hsincu.






Comments
Semoga ini bukan janji-janji belaka... namun benar-benar ada perubahan dan perbaikan kedepannya!
Kita bersabar saja, kalau masalah hukum serahkan saja kepada pihak2 yang paham dan mengerti.
Tinggal kita berharap semoga kasus ini memberikan banyak hikmahnya, sedikit mulai sedikit hak-hak TKI di Taiwan khususnya yang terdzolimi selama ini maulai dari keberangkatan sampai selesai kontrak dan kembali ke kampuang halaman bisa terpenuhi dengan baik.
Jangan lupa, habis kontrak dan kembali ke tanah air nanti dengan tabungan dan pengalaman yang cukup (kalaupun tidak banyak tetapi barokah).
ZUL
katanya mau buka kantor pelayanan di selatan dan tengah, eh ternyata KDEI sudah menunjuk APIT (toko toko indo) sebagai agen pengurusan paspor.
Ah ini tambah kacau, kita harus bayar 500 NT ke toko itu (belum termasuk biaya PASPORNYA)
Masak, dokumen negara diserahin ke toko, apa tidak takut di palsukan atau digunakan untuk kejahatan ?
RSS feed for comments to this post.