top
logo

Komentar Terbaru

Yayasan Yatim Piatu BMI

Yayasan Yatim Piatu BMI Peletakan batu pertama, 1 Juli 2010, di karawang

Welcome To Taiwan

Welcome to Taiwan

Visit INDONESIA

Welcome to Indonesia

Who's Online

We have 6 guests online

Statistics

Members : 19
Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99263

feed-image Feed Entries
Home Berita Aktivitas Janji KDEI Untuk TKI Taiwan
Janji KDEI Untuk TKI Taiwan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 18 January 2010 07:43

Kepala KDEIJhongli [KMIT-Online] Para pimpinan tertinggi Kantor Dagang, Ekonomi dan Indonesia(KDEI) Taipe, yang merupakan perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Taiwan, menggelar kunjungan silaturahim di Jhongli City, ahad (17/01). Pertemuan KDEI yang diadakan di sebuah gedung di belakang Jhongli Station ini melibatkan Forum Silaturahim Muslim Indonesia Taiwan (FOSMIT) dan Solidaritas Anak Bangsa (SAB) Hsincu.

 

Dari unsur KDEI, hadir Kepala KDEI Bpk. Suhartono, Waka KDEI Bpk. Yofial, Kepala Bidang Industri Bpk. Zaidi, Kepala Bidang Imigrasi Bpk Ade Gagah Aziz, Kepala Bidang Investasi Bpk. Joni. Hadir juga Bpk Syaiful dan Bpk Andre. Dari FOSMIT, hadir sekitar 15 orang dipimpin langsung oleh Presiden FOSMIT sekaligus Presiden KMIT, Bpk. Anto Budianto. Sementara dari SAB, hadir 12 orang dengan diketuai oleh Ketua SAB, Bpk Joko.

 

 

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 16.00 ini, dibuka dengan sambutan oleh Kepala KDEI, Bpk Suhartono. Sambutan ini, sekaligus sebagai kata pengantar maksud dan tujuan kedatangan rombongan KDEI berkunjung ke tempat ini. Dalam sambutannya, Bpk Suhartono menekankan tiga hal, "kedatangan kami ke sini adalah dalam rangka 3 hal, klarifikasi terhadap pemberitaan tentang KDEI yang dimuat di INDOSUARA, silaturahim dan diskusi dengan anak anakku sekalian".

 

Dalam pertemuan ini, KDEI berulang ulang menegaskan bahwa kejadian yang ada di KDEI bukanlah Korupsi, melainkan Pungli. Pungli inipun tidak dilakukan oleh institusi, melainkan oleh oknum yang telah ditindak tegas oleh KDEI. Dalam sesi diskusi, Bpk Joko dari SAB mempertanyakan mengenai kelebihan biaya paspor, yang menurutnya semua TKI telah mengerti bahwa biayanya NT 300, namun karena biaya perpanjangan dan pembuatan paspor yang terjadi selama bertahun tahun adalah NT 2000, NT. 4000 bahkan NT. 10.000, TKI menganggap biaya berlebih itulah tarif yang berlaku, dan itu sudah mendarah daging. "Bapak sudah lama di sini, masak tidak tahu kalau ada biaya segitu", tegas Bpk Joko

 

Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Imigrasi KDEI, Bpk Ade Gagah mengatakan bahwa biaya perpanjangan paspor adalah gratis, biaya pergantian paspor (lebih dari 5 tahun) adalah NT. 300. Setiap transaksi dilengkapi dengan kwitansi yang bisa diminta.

 

Bpk. Suhartono dihadapan 30-an TKI berjanji untuk melakukan beberapa hal. Akan mengusut dengan tegas dan keras kejadian ini, tidak ada toleransi bagi yang melakukannya. Meminta Bagian Imigrasi untuk terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, agar TKI mengetahui informasi yang benar dan akurat. Meminta home staff langsung dari Depnakertrans Jakarta, agar ada bidang yang mengurus masalah ketenagakerjaan. Membuka dua unit kantor pelayanan, di Taichung dan Kaohsiung, agar TKI yang berada di selatan dan tengah tidak perlu datang ke taipei untuk pengurusan masalah imigrasi.

 

Untuk mengurangi transaksi keuangan secara langsung, KDEI akan bekerjasama dengan ChangHwa Bank (CHB), sehingga TKI bisa melakukan pembayaran di 170 kantor cabang CHB yang ada di seluruh Taiwan. "Cukup dengan membawa kwitansi pembayaran saja ke KDEI " jelas Bpk. Suhartono.

 

Rencananya, penandatanganan MoU dengan CHB akan dilakukan pada hari rabu (20/01) di KDEI. (kmit)

Last Updated on Wednesday, 20 January 2010 08:43
 

Comments  

 
# yue 2010-01-21 00:19
jadi mempertanyakan... "apakah itu bisa dikatakan pemimpin yang baik, jika apa yang dilakukan bawahannya tidak tahu menahu sama sekali? Bahkan tindakan tersebut telah jadi aktivitas mendarah daging?????"

Semoga ini bukan janji-janji belaka... namun benar-benar ada perubahan dan perbaikan kedepannya!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# zulhendri hasymi 2010-01-21 03:21
Mba/Mas Yue...

Kita bersabar saja, kalau masalah hukum serahkan saja kepada pihak2 yang paham dan mengerti.

Tinggal kita berharap semoga kasus ini memberikan banyak hikmahnya, sedikit mulai sedikit hak-hak TKI di Taiwan khususnya yang terdzolimi selama ini maulai dari keberangkatan sampai selesai kontrak dan kembali ke kampuang halaman bisa terpenuhi dengan baik.

Jangan lupa, habis kontrak dan kembali ke tanah air nanti dengan tabungan dan pengalaman yang cukup (kalaupun tidak banyak tetapi barokah).

ZUL
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# p3trux;s 2010-02-01 12:40
Tki slalu jd korban,duit..duit..Kdei murni Korupsi bukan pungli,jangan mengelak...!!!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aan 2010-02-04 03:45
langsung saja kepermasalahann ya,saya punya kakak yg bekerja ditaiwan selama 3 thn dan skr sudah pulang,masalahn ya gaji kakak saya selama 3 thn ini belum dibayarkan.gimana cara menyelesaikanny a,sedangkan kakaknya yg sudah ke indonesia sudah mengirim no rekeningnya ke majikan ditaiwan tp sampai sekarang belum cair gajinya.Tolong minta bantuannya gimana cara biar cepat selesai masalah ini.Terima kasih atas perhatiannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# zahro 2010-02-14 12:29
Pada akhir tahun 2008 lalu pernah perpanjang Pasport di KDEI.harga perpanjang pasport diminta 4000.:-)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hanyajanji 2010-02-27 08:46
Jangan ingkari janji, belum apa apa sudah ingkar.

katanya mau buka kantor pelayanan di selatan dan tengah, eh ternyata KDEI sudah menunjuk APIT (toko toko indo) sebagai agen pengurusan paspor.

Ah ini tambah kacau, kita harus bayar 500 NT ke toko itu (belum termasuk biaya PASPORNYA)

Masak, dokumen negara diserahin ke toko, apa tidak takut di palsukan atau digunakan untuk kejahatan ?
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Radio MIT



Login Form



IC3T

Indonesian Committee for Science and Technology Transfer in Taiwan

Partner

Artikel islam di web ini, berasal dari Dakwatuna.com

MQFM Bandung

Mailing List

 

Mailing List Muslim Indonesia di Taiwan

 

Bantuan Hukum

 

Bantuan Hukum

 

Portal Berita Bantuan Hukum

Waktu Sholat


bottom
top
KMIT :: Keluarga Muslim Indonesia Taiwan on Facebook

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Templates, web hosting. Valid XHTML and CSS.