top
logo

Komentar Terbaru

Yayasan Yatim Piatu BMI

Yayasan Yatim Piatu BMI Peletakan batu pertama, 1 Juli 2010, di karawang

IC3T

Indonesian Committee for Science and Technology Transfer in Taiwan

Welcome To Taiwan

Welcome to Taiwan

Visit INDONESIA

Welcome to Indonesia

Who's Online

We have 21 guests online

Statistics

Members : 19
Content : 289
Web Links : 11
Content View Hits : 301666

feed-image Feed Entries
Home Berita Kabar Tanah Air Tak Punya Uang, Jenazah TKI Telantar di Terminal Kargo Bandara
Tak Punya Uang, Jenazah TKI Telantar di Terminal Kargo Bandara PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 12 October 2009 12:51

Surabaya [KMIT-Online] Jenazah TKI bernama Suprihatin (31), warga Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telantar selama dua hari di Terminal Kargo Bandara Juanda, Surabaya, karena keluarganya tak punya dana untuk menjemput jenazah. 

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Banyuwangi M Hariyadi, Senin (12/10), menuturkan, jenazah Suprihatin tiba di Bandara Juanda sejak Sabtu dari Taiwan. "Keluarga TKI ini tidak memiliki biaya untuk menjemput jenazah Suprihatin sehingga kami mengupayakan membawa jenazah itu ke rumah duka," katanya.

Keluarga TKI tersebut, kata dia, merupakan keluarga tidak mampu sehingga kebingungan mencari pinjaman uang untuk menjemput jenazah. "Kami berusaha mencari seorang dermawan untuk membantu memulangkan jenazah Suprihatin ke rumah duka," katanya.

Ia menjelaskan, suami Suprihatin bersama seorang aktivis SBMI Banyuwangi sedang dalam perjalanan menjemput jenazah tersebut dari Banyuwangi menuju Terminal Kargo Bandara Juanda dengan bantuan dana dari seorang dermawan di Banyuwangi.

"Rencananya pagi ini jenazah Suprihatin akan dibawa ke rumah duka di Dusun Umbulrejo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono," katanya.

Terkait dengan kematian TKI asal Banyuwangi tersebut, kata dia, masih simpang siur sehingga pihaknya masih mengecek dokumen resmi dan berita acara kematian yang bersangkutan. "Kami akan mengecek penyebab kematian Suprihatin dengan teliti, apakah yang bersangkutan meninggal karena sakit atau faktor lain," katanya.

Ia berharap almarhum bisa mendapatkan hak-haknya sebagai TKI karena yang bersangkutan merupakan salah satu pahlawan devisa negara di Banyuwangi. "Biasanya TKI yang meninggal di negara tujuan mendapatkan asuransi dan uang santunan. Kami juga akan mengecek apakah Suprihatin sudah mendapatkan gaji dari majikannya atau belum," katanya. [Kompas]

 

Add comment


Security code
Refresh

Login Form



PKPU

Lembaga Kemanusiaan Nasional

RRI World Service

Bilik Sastra KMIT

Bilik Sastra

Partner

Artikel islam di web ini, berasal dari Dakwatuna.com

MQFM Bandung

Tainan Halal

Tainan Halal

Mailing List

 

Mailing List Muslim Indonesia di Taiwan

 

Bantuan Hukum

 

Bantuan Hukum

 

Portal Berita Bantuan Hukum

Waktu Sholat


bottom
top
KMIT :: Keluarga Muslim Indonesia Taiwan on Facebook

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Templates, web hosting. Valid XHTML and CSS.