Komentar Terbaru
Jatim Tandatangani Kesepakatan...
mantaaffff..setuju sekali
IMIT
yg jaga blog kemana? pertanyaan2 pembaca gak dijaw...
IMIT
sholat Id di taichung tgl berapa? mohon info terim...
Tabligh Akbar Taichung bersama...
ass. berikut kami sampaikan cp ustad ahmad alhabsy...
Tabligh Akbar Taichung bersama...
assalamu'alaikum berikut kami sampaikan cp ustad a...
Who's Online
We have 6 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 289
Web Links : 11
Content View Hits : 301552
| Dua BMI Asal Ponorogo Tewas di Luar Negeri |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Thursday, 09 July 2009 15:53 |
|
Ponorogo [KMIT-Online] Lagi, Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Ponorogo tewas di luar negeri. Hingga kini pihak keluarga belum memperoleh kabar pasti penyebab kematian korban. Dyah Wulandari 21, warga RT.04/ RW. 02 Dusun Ngambong, desa Jenangan kecamatan Sampung, yang bekerja sebagai PRT di Taiwan Sabtu malam lalu dikabarkan tewas karena gantung diri.
Namun disisi lain, Sarwanti warga Wonogiri, orang yang membawa korban bekerja ke Taiwan, mengatakan jika korban meninggal karena menderita sakit epilepsi. “Dyah itu sakit epilepsi mas. Karena majikannya takut lalu dia dikembalikan ke agent,” ungkap Sarwanti ketika dihubungi Waskita.
Pernyataan sponsor korban ini tentu berlawanan dengan keterangan yang diperoleh pihak Kecamatan Sampung yang dikirim oleh PT. Wadi Lesar Jaya Jakarta. Dalam surat pemberitahuan ini korban dinyatakan meninggal karena gantung diri di belakang kantor agent. “Dari pihak PT yang datang pada kami ada orang tiga. Lalu kami bersama Kapolsek mendatangi orang tua korban untuk memberitahukan kejadian yang menimpa korban,” kata Sri Bandoyo, Camat Sampung.
Bahkan pihak keluarga korban juga membantah jika Dyah memiliki penyakit epilepsi. “Sejak kecil sampai dia diberangkatkan, dia tidak pernah setep atau epilepsi. Pingsan saja belum pernah kok,” tegas Yuni 23, kakak korban.
Untuk diketahui, korban berangkat ke Taiwan, sore hari 10 Juni lalu. Ketika itu korban sempat menelpon keluarganya dan memberitahu hari itu ia terbang ke Taiwan. Namun baru seminggu di rumah majikan, tepatnya tanggal 18 Juni, pihak keluarga menerima kabar korban meninggal.
Kabar meninggalnya korban ini tentu saja membuat sedih pasangan Parto 59, dan Musiyem 45, orang tuanya. Pasalnya kepergian korban tersebut telah mereka restui karena berniat untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Bahkan ketika Waskita bertandang ke rumah korban, tak henti-hentinya pasangan suami istri ini mengusap air mata. “Sebelum pergi, ia memiliki keinginan untuk merubah nasib.” Tutur Parto.
Atas kejadian ini, pihak Dinsosnakertrans Kabupaten Ponorogo membenarkan adanya kabar meninggalnya salah seorang BMI asal Ponorogo tersebut. “Memang benar, kami mendapat laporan dari Kecamatan Sampung,” kata Yasin S.Sos MSi, Kepala Bidang Perlindungan TKI.
Selain itu, Yassin mengatakan tidak ada data mengenai korban di kantornya. Pasalnya korban berangkat tidak melalui pengerah TKI di Ponorogo, melainkan melalui Jawa Tengah dan langsung ke PT. Wadi Lesar Jaya di Jakarta. “Sementara ini kami mempersiapkan bantuan yang akan kami serahkan kepada keluarga korban,” jelasnya.
Sementara itu Mardiono 21, alias Ardi Trianto seorang TKI asal Dusun Krajan Desa Krebet Kecamatan Jambon juga dikabarkan meninggal di Malaysia akibat kecelakaan lalu lintas.
Kabar meninggalnya lajang asal Krebet ini diterima pihak keluarga pada hari Jumat. Jenazah sampai di Krebet pada Minggu pukul 23.30 dan langsung dimakamkan di pemakaman umum desa Krebet.
Yang membuat janggal, identitas korban ternyata berubah. Pada dokumen yang menyertai kedatangan jenazah disebutkan, korban yang memiliki nama Mardiono, disebutkan bernama Ardi Trianto dengan alamat Pekan Baru Riau.
Sementara pihak Dinsosnakertrans mengaku tidak tahu menahu terkait dengan kematian korban. Menurut pengakuan Yasin, semua TKI yang tidak ada rekomendasi dari kantornya, berarti tidak terdaftar dalam catatan. “Kami belum tahu sial TKI yang dari Jambon ini, karena saat pemberangkatan tidak ada rekomendasi dari kantor kami,” ujarnya. [waskita/mal] |
| Last Updated on Monday, 12 April 2010 22:53 |
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Indonesia akan Segera Buka Kantor Perwakilan di Ramallah, Palestina
- Ketua Umum PP Muhammadiyah akan Berpidato di Majelis Umum PBB Mewakili Tokoh Islam
- Presiden Ajak Umat Islam Teladani Perilaku Nabi Muhammad SAW
- Jangan Sedih
- Dia Bukan Temanku, Tapi Dia Saudariku
- [2011] Cluster Discussion : ICT (Prof. Chung-Ta King)
- [2012] Online Cluster Discussion : Engineering (Prof. Edison Munaf)
- [2011] Online Cluster Discussion : ICT (Dr. Son Kuswadi)
- AISC-Taiwan 2012
- Dept. of Investment's Meeting
















