|
Mari Berzakat Bersama PKPU |
|
|
|
|
Peresmian Musholla Nurul Iman di Puzih |
|
|
|
|
Written by Bunga Primasari
|
|
Sunday, 29 August 2010 12:53 |
|
Photo Slideshow :
[KMIT-Online] Puzih (Chiayi County) - Sabtu malam, 28 Agustus 2010, bersamaan dengan Safari Ramadhan 1431 H, Ustadz Ma'ruf Amari, Lc., M.Si meresmikan musholla ke-dua di Chiayi. Musholla yang diberi nama Nurul Iman tersebut sebenarnya telah dibuka untuk umum sejak dua minggu yang lalu. Namun peresmiannya baru dilakukan malam tadi. "Semoga dengan adanya musholla ini dapat membawa barokah dan dapat menjadi tempat bagi saudara-saudara semua untuk beribadah", do'a da'i duta PKPU tersebut.
Musholla Nurul Iman berlokasi di lantai 3 Toko Indo milik Mbak Lisa di Puzih, yang ditempuh sekitar 30 menit perjalanan dengan bus dari Chiayi City. [KMIT/BP]
|
|
Last Updated on Sunday, 29 August 2010 14:23 |
|
|
[Safari Ramadhan 1431 H] Ust. Ma'ruf Amari Lc., M.Si di Puzih |
|
|
|
|
Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa, Tapi Sering Dianggap Membatalkan Puasa |
|
|
|
|
Written by TimMedia
|
|
Tuesday, 24 August 2010 06:26 |
[KMIT-Online] Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.
Banyak perkara yang tersiar di masyarakat sebagai pembatal puasa, karenanya harus dijauhi, padahal tidak ada dalil dan keterangan yang jelas tentangnya. Semoga tulisan yang disadur dari fatwa-fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ini bisa menjawab persoalan-persoalan tersebut.
Fatwa-fatwa Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah
Soal: Apabila orang yang berpuasa bermimpi basah pada siang Ramadlan, puasanya batal ataukah tidak? Lalu apakah dia wajib bersegera mandi?
Jawab: Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena bukan pilihan (keinginan) orang yang berpuasa itu dan dia wajib mandi janabah. Dan apabila dia melihat air (basah) maka itu adalah mani. Kalau dia bermimpi basah setelah shalat Shubuh lalu mengakhirkan mandinya sampai waktu shalat Dzuhur, maka tidak apa-apa (tidak merusak puasanya). Begitu juga kalau dia berhubungan dengan istrinya dan tidak mandi melainkan sesudah terbit fajar, maka dia tidak berdosa dalam hal itu. Terdapat keterangan jelas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallambahwa beliau pernah masih dalam keadaan junub pada pagi hari karena bersetubuh dengan istrinya, lalu beliau mandi dan berpuasa. Begitu juga bagi wanita haid dan nifas, kalau mereka sudah suci pada malam hari dan belum mandi kecuali sesudah terbitnya fajar, maka keduanya tidak berdosa dan puasanya sah. Tetapi, tidak boleh bagi mereka berdua dan juga orang junub untuk mengakhirkan mandi atau shalat sampai terbitnya matahari. Bahkan mereka semua wajib bersegera mandi sebelum terbit matahari sehingga bisa menunaikan shalat Shubuh pada waktunya.
Dan bagi laki-laki untuk bersegera mandi janabat sebelum shalat shubuh sehingga memungkinkannya untuk melaksanakan shalat dengan berjama'ah. Wallahu waliyyu al-taufiq.
|
|
Last Updated on Tuesday, 24 August 2010 06:29 |
|
Tabligh Akbar FOSMIT Bersama Aa Gym |
|
|
|
|
Written by TimMedia
|
|
Tuesday, 24 August 2010 06:20 |
|
|
Last Updated on Tuesday, 24 August 2010 06:21 |
|
[Safari Ramadhan 1431 H] Ust. Ma'ruf Amari, Lc., M.Si di Chiayi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 34 |